Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisika dan pH sediaan Color Control (CC) Cream yang mengandung Rice Bran Oil (RBO) dan ekstrak teh hijau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratorium yang melibatkan pengujian stabilitas fisik seperti viskositas, homogenitas, dan daya sebar selama penyimpanan pada suhu ruang (25°C) dan suhu tinggi (40°C) selama […]
Pemantauan Reaksi Obat Merugikan dari Penggunaan Obat Antiinflamasi terhadap Gastrointestinal
Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini melibatkan pendekatan observasional retrospektif, di mana data pasien yang menerima obat antiinflamasi dikumpulkan dan dianalisis. Pasien yang dipilih adalah mereka yang telah menjalani terapi dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka waktu tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam medis dan wawancara dengan pasien, serta pemantauan reaksi […]
Profil Pemberian Beta-Blocker Terhadap Cardiovascular Event Pada Pasien Jantung Koroner
Pendahuluan Beta-blocker adalah salah satu kelompok obat yang paling umum digunakan dalam pengelolaan penyakit jantung koroner (PJK). Obat ini bekerja dengan mengurangi beban kerja jantung melalui penurunan denyut jantung, tekanan darah, dan kontraktilitas miokard. Hal ini penting dalam mengurangi risiko terjadinya peristiwa kardiovaskular (cardiovascular event) seperti infark miokard, angina pektoris, dan kematian mendadak pada pasien […]
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Pengobatan Antihipertensi pada Pasien Hipertensi
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengukur hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi dan diisi oleh pasien yang telah didiagnosis dengan hipertensi. Sampel penelitian diambil secara acak dari beberapa pusat kesehatan di wilayah tersebut, dengan tujuan untuk mendapatkan representasi […]
Penelitian mengenai penentuan jenis tanin dan penetapan kadar tanin dari kulit buah pisang masak (Musa paradisica L.) secara spektrofotometri dan permanganometri bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanin yang terdapat dalam kulit buah pisang dan mengukur kadarnya.
Pengambilan Sampel Kulit pisang masak (Musa paradisica L.) diambil, dikeringkan, dan digiling menjadi serbuk untuk mempermudah ekstraksi tanin. Ekstraksi Tanin Proses ekstraksi tanin dilakukan menggunakan pelarut yang sesuai, seperti air panas atau campuran organik-air, untuk memisahkan tanin dari matriks kulit pisang. Identifikasi Jenis Tanin Spektrofotometri: Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk mengidentifikasi jenis tanin dengan mengukur serapan […]
Evaluasi Pengelolaan dan Penyimpanan Vaksin Difteri di Puskesmas Kabupaten Blitar
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasional untuk mengevaluasi pengelolaan dan penyimpanan vaksin difteri di Puskesmas Kabupaten Blitar. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas kesehatan, observasi langsung proses penyimpanan vaksin, serta penelaahan dokumen terkait seperti catatan suhu penyimpanan dan kebijakan yang diterapkan di puskesmas. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan fokus pada […]
Hubungan antara kadar garam dan kadar air terhadap pertumbuhan mikroba pada makanan tradisional seperti Ronto dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, merupakan topik yang penting dalam bidang keamanan pangan. Secara umum, kadar garam dan kadar air dalam makanan memainkan peran krusial dalam mengontrol pertumbuhan mikroorganisme, termasuk bakteri, jamur, dan yeast, yang dapat menyebabkan pembusukan atau penyakit bawaan makanan
Kadar Garam (Salt Concentration): Efek Pengawetan: Garam dikenal sebagai agen pengawet karena kemampuannya untuk menarik air keluar dari sel mikroba melalui proses osmosis, sehingga menghambat pertumbuhan mikroba. Pada konsentrasi tertentu, garam dapat mengurangi aktivitas air (water activity, aw) dalam makanan, yang merupakan faktor penting untuk pertumbuhan mikroba. Mekanisme: Kadar garam yang tinggi akan mengurangi ketersediaan […]
Farmasi Rumah Sakit Integrasi dalam Sistem Kesehatan
1. Kolaborasi Multidisiplin dalam Perawatan Pasien Farmasi rumah sakit berperan penting dalam integrasi sistem kesehatan melalui kolaborasi multidisiplin dengan dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya. Apoteker klinik bekerja sama dengan tim medis untuk merancang dan mengelola rencana terapi obat yang komprehensif. Dengan memberikan rekomendasi tentang pemilihan obat, dosis, dan pengelolaan efek samping, apoteker memastikan bahwa […]
Peran Farmasi Pemerintah dalam Meningkatkan Akses Kesehatan
1. Distribusi Obat yang Terjangkau Farmasi pemerintah memainkan peran krusial dalam memastikan akses obat yang terjangkau bagi masyarakat luas. Melalui program-program subsidi obat dan distribusi obat generik, pemerintah dapat menurunkan biaya obat dan memastikan bahwa obat esensial tersedia untuk semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan rendah. Ini membantu mengurangi kesenjangan akses terhadap terapi yang […]
Penyebaran Farmasi Klinik di Rumah Sakit: Peran dan Manfaatnya
1. Peningkatan Kualitas Perawatan Pasien Penyebaran farmasi klinik di rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Apoteker klinik bekerja sama dengan tim medis untuk mengelola terapi obat secara lebih efektif. Mereka melakukan penilaian terapi obat, memberikan rekomendasi dosis yang tepat, serta memantau efek samping obat. Dengan demikian, pasien mendapatkan perawatan yang lebih terkoordinasi […]